Pada kebijakan plastik berbayar di Indonesia; 2.

Pada era modern seperti ini manusia tidak bisa lepas
dari yang namanya plastik, itu semua dikarenakan plastik selalu digunakan dalam
kebutuhan sehari-hari manusia, misalnya untuk tempat belanja, untuk tempat minum,
dan lain-lain. Keuntungan lain dari pemakaian kantong plastik ini yakni lebih
efektif, mudah digunakan dan disimpan. Harga pembelian kantong plastik jauh
lebih terjangkau dibandingkan dengan kantong yang terbuat dari kertas. Kantong
plastik lebih tahan lama karena tidak mudah sobek. Selain itu, kantong plastik
bekas bisa digunakan kembali untuk kebutuhan yang lain, misalnya untuk melapisi
tempat sampah atau menyimpan barang-barang yg tidak digunakan lagi. Setelah
dibersihkan, kantong plastik bisa dipakai lagi untuk beberapa hal lain. Tetapi
sayangnya banyak dari masyarakat di Indonesia ini tidak menyadari bahwa adanya
bahaya yang akan ditimbulkan akibat penggunaan plastik terhadap kesehatan tubuh
dan terhadap lingkungan di sekitarnya.

 

1.1  Rumusan
Masalah

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Sehubungan dengan latar belakang yang telah penulis
kemukakan, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut.

1.        
Bagaimana
penerapan kebijakan plastik berbayar di Indonesia?

2.        
Apa
faktor utama yang mendukung adanya penerapan kebijakan plastik berbayar di
Indonesia?

3.        
Apa
pengaruh yang ditimbulkan dari penerapan kebijakan plastik berbayar di
Indonesia?

 

1.2  Tujuan Penulisan

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, penulis menentukan
tujuan penulisan sebagai berikut.

1.        
Mengetahui penerapan kebijakan plastik
berbayar di Indonesia;

2.        
Mengetahui faktor utama pendukung penerapan
kebijakan  plastik berbayar di Indonesia;

3.        
Mengetahui dampak yang ditimbulkan dari
penerapan kebijakan plastik berbayar di Indonesia.

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

2.1 Penerapan Kebijakan Kantong Plastik
Berbayar

 

Indonesia
telah mengeluarkan kebijakan mengenai kantong plastik berbayar, yang telah
resmi diberlakukan pada tanggal 21 Februari 2016 di 23 daerah di Indonesia. Setiap
masyarakat yang berbelanja di supermarket wajib membayar Rp200,00 per lembar
plastik. Menurut pemerintah, kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi
penggunaan plastik dan mengurangi dampak buruk limbah plastik terhadap
lingkungan dan kesehatan manusia. Dengan diterapkannya kebijakan ini,
masyarakat diharapkan bisa mengurangi plastik saat berbelanja dan dapat
merubah pola pikir masyarakat untuk lebih memilih membawa kantong belanja
sendiri daripada harus membeli kantong plastik.

2.2
Pro atau Kontra Penerapan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar

Pada realitanya
penerapan kebijakan kantong plastik berbayar ini masih banyak menuai pro dan
kontra di kalangan masyarakat. Disini saya berpendapat kontra pada penerapan
kebijakan kantong plastik berbayar, karena menurut saya kebijakan
kantong plastik berbayar ini sebenarnya akan membebankan konsumen, ini
dikarenakan akan menambahnya pengeluaran saat berbelanja. Kebijakan
pemerintah tersebut harus disosialisasikan sampai lapisan terbawah, jangan
sampai masyarakat merasa dirugikan. Pemerintah juga harus Relevan, untuk produsennya juga harus dikenakan biaya tambahan saat
memproduksi plastik, misalnya yang memproduksi kemasan minuman.  Produsen yang memproduksi kemasan plastik juga
harus memproduksi plastik yang lebih ramah lingkungan.

            Banyak
warga, termasuk saya belum bisa melepaskan fungsi kantong plastik dalam
keseharian saya. Selain dipergunakan untuk membawa belanjaan, namun juga dipergunakan
untuk membungkus sampah rumah tangga. Jika kebijakan itu diterapkan, pemerintah
juga harus mempersiapkan langkah lainnya, seperti masyarakat disediakan tempat
sampah permanen, sehingga tidak harus menggunakan kantong plastik lagi. Seharusnya
pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan tersebut, karena menurut saya
kebijakan itu akan menguntungkan disalah satu pihak saja. Penerapan kebijakan
plastik berbayar ini kurang efektif karena sampah kantong plastik ini banyak
dihasilkan dari rumah tangga yang berbelanja di toko nonsupermarket. Oleh sebab
itu, jika kebijakan plastik berbayar ini diterapkan, tidak akan mengurangi sampah
kantong plastik secara signifikan. Selama belum adanya kantong nonplastik
pengganti kantong plastik, akan sulit bagi pemerin­tah untuk melarang
masyarakat menggunakan kantong plas­tik.

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1             
Simpulan

            Manusia yang
sadar tentu menginginkan lingkungan bersih dan sehat, kerena lingkungan yang
sehat akan memberikan jaminan kenyamanan dan kesehatan bagi penghuninya.
Kebijakan inipun dikeluarkan untuk memberikan edukasi pada masyarakat agar
mengurangi penggunaan plastic, tetapi pada kenyataannya kebijakan plastik
berbayar masih belum efektif, dikarenakan kebijakan ini sulit diterapkan di
pasar tradisional dan warung-warung. Pengelolaan dan pengawasan dananya masih
belum jelas. Harganya yang murah
juga belum mampu menyadarkan masyarakat untuk tidak menggunakan kantong
plastik, tetapi untuk tempat belanja yang menerapkan plastik berbayar tentunya
menjadi momen yang tepat untuk mengumpulkan recehan menjadi jutaan.

3.2         Saran

Pemerintah
pusat seharusnya segera membuat kepastian hukum untuk kebijakan kantong plastik
berbayar ini berupa Peraturan Menteri sehingga dapat dijalankan oleh semua
pihak yang bersangkutan dan dapat memberikan sanksi bagi yang melanggar
peraturan tersebut. Pemerintah dan pengusaha ritel segera
melakukan inovasi dengan cara membuat kantong belanja berbahan ramah
lingkungan, sehingga tidak lagi menggunakan kantong belanja plastik yang dapat
mencemari lingkungan dan jika penerapan kebijakan plastik berbayar tetap
diadakan maka pemerintah harus segera merealisasikan dana yang terkumpul dari penjualan
kantong plastik tersebut dalam bentuk kegiatan pelestarian lingkungan yang
dapat bermanfaat bagi masyarakat.

x

Hi!
I'm Ethel!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out