KATA hidup produktif secara sosial, dan ekonomis.

KATA PENGANTAR

            Puji syukur atas berkat rahmat dan
karunia dari Allah SWT penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Kesehatan
yang Baik Untuk Kehidupan yang Sejahtera”.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 Adapun maksud dan tujuan penulis menyusun
makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Tahap Pembelajaran Bersama.
Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada para dosen yang telah mengajar pada
mata kuliah TPB ini, serta kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu
dalam penyusunan makalah ini.

Penulis
menyadari masih banyak kesalahan yang terdapat dalam makalah ini. Oleh karena
itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak untuk dijadikan
sebagai bahan evaluasi guna meningkatkan kinerja untuk kedepannya.

 

 

 

 Bandung, November 2017

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 
Kata
Pengantar
1
Daftar
Isi
2
BAB
1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
3
1.2 Rumusan Masalah
4
1.3 Tujuan
4
BAB
2 Pembahasan
2.1 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan
5
2.2 Cara Mengatasi Masalah Kesehatan di Indonesia
7
2.3 Hubungan antara Kesehatan dan Kesejahteraan
8
2.4 Pandangan Islam Terhadap Kesehatan dan Kesejahteraan
9
BAB
3 Penutup
3.1 Simpulan
10
3.2 Saran
10
Daftar
Pustaka
11
 
 
 
 

 

 

 

 

 

                                                                    BAB
1

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Menurut UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
dikatakan bahwa kesehatan adalah
keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial
yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial, dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan merupakan upaya dalam
penanggulangan dan pencegahan pada gangguan kesehatan yang memerlukan
dilakukannya pemeriksaan, pengobatan, serta perawatan medis.

Indonesia
merupakan negara berkembang yang menduduki peringkat ke 91 dalam ranking
kesehatan dunia. Hal ini disebabkan oleh berbagai masalah yang timbul di
Indonesia, diantaranya masalah pendidikan tentang kesehatan yang kurang baik,
kurang ketersediaan sarana dan infrastruktur yang mendukung kesehatan
masyarakat, dan sanitasi yang kurang baik. Padahal Indonesia sudah merdeka
sejak 72 tahun yang lalu, dan inovasi dalam dunia kesehatan terus berkembang. Namun,
masih saja kesehatan dan kesejahteraan menjadi permasalahan yang cukup jelas
terjadi di Indonesia.

Rata-rata, masyarakat di negara
berkembang, seperti Indonesia, lebih menekankan kepada perawatan penyembuhan
penyakit daripada pemeliharaan kesehatan diri sendiri yang mana hal ini
bertolak belakang dengan semboyan di kebanyakan negara maju, “lebih baik
mencegah daripada mengobati” atau lebih menekankan pada pemeliharaan kesehatan
daripada perawatan penyembuhan penyakit. Salah
satu sarana untuk mencipatakn kesehatan keluarga dan kesehatan masyarakat yaitu
dengan melakukan pembangunan kesehatan. Namun, pembangunan kesehatan tidaklah semudah
apa yang kita bayangkan selama ini. Diperlukan dana bermiyar-milyar untuk melakukan
pembangunan kesehatan, dikarenakan hal ini menyangkut pada masalah kelangsungan
hidup banyak orang serta martabat manusia. Dalam hal ini, perlu tindakan
pemerintah untuk menempuh berbagai cara yang dapat mewujudkan kesehatan yang baik
serta mewujudkan kesejahteraan pada suatu masyarakat.

     Bagi
orang awam, kesehatan sering dimaknai secara sederhana yaitu apabila seseorang
dengan nyata terhindar dari kesakitan atau masalah fisik. Namun bagi masyarakat yang tertekan, kurang vitalitas, dan
katakanlah mereka “tidak merasa sakit”, tidak akan ditunjukkan bahwa mereka
memiliki beberapa kesakitan yang spesifik. Sehat bukan hanya menyangkut
pada kondisi biologis saja tetapi juga melibatkan faktor-faktor psikologis dan
sosial yang sehat.

Dalam istilah umum, digambarkan bahwa sejahtera
merupakan keadaan yang baik pada kondisi manusia di mana masyarakatnya memiliki
keadaan yang sehat, makmur, dan damai. Oleh
karena itu, kesejahteraan tidak bisa didapatkan tanpa kesehatan yang baik.

 

1.2  Rumusan Masalah

1.      Apa
saja faktor yang mempengaruhi kesehatan?

2.      Bagaimana
cara mengatasi permasalahan kesehatan di Indonesia?

3.      Bagaimana
hubungan antara kesehatan dengan kesejahteraan?

4.      Bagaimana
pandangan agama islam tentang kesahatan dan kesejahteraan?

 

1.3  Tujuan

1.      Untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan.

2.      Untuk
mengetahui cara mengatasi permasalahan kesehatan di Indonesia.

3.      Untuk
mengetahui hubungan antara kesehatan dan kesejahteraan.

4.      Untuk
mengetahui pandangan islam tentang kesehatan dan kesejahteraan.

BAB 2
PEMBAHASAN

            2.1  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan

Menurut
Kenneth L. Jones dkk, dalam bukunya Health Science (1969) bahwa
faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan adalah:

 

·        
Intelligent use
of foods

Manusia membutuhkan
makanan dengan gizi yang seimbang untuk  membangkitkan energi guna melakukan aktivitas
sehari-hari,  menghilangkan rasa sakit
yang diakibatkan oleh rasa lapar, serta meningkatkan kekebalan tubuh terhadap
bibit-bibit penyakit yang dapat menyerang tubuh. Mengonsumsi makanan yang
bergizi secara teratur dapat menjamin kesehatan seseorang.  
            Nutrisi dalam makanan memiliki pengaruh penting pada kesehatan, baik bagi
individu maupun masyarakat. Tubuh tersusun atas beberapa jaringan dan setiap
jaringan tersusun atas jutaan sel. Agar dapat bekerja, hendaknya sel tersebut
mendapatkan unsur-unsur pokok yang dikonsumsinya. Kalau tidak demikian akan
terjadi pemogokan kerja yang dapat berpengaruh terhadap seluruh kinerja tubuh.             
            Tubuh
yang sehat hendaknya mendapatkan makanan yang mengandung gizi sehat dan
sempurna, yaitu makanan yang mampu menyuplai energi serta sumber-sumber pokok
bagi pertumbuhan guna menjaga kesehatannya dan melawan penyakit yang menular
atau tidak menular. Oleh karena itu, sudah selayaknya dipersiapkan nutrisi
makanan yang seimbang sebagai faktor penting bagi kemajuan bangsa serta kemampuan
berkarya dan berproduksi. Sehingga dengan demikian, soal pemilihan menu makanan
yang mengandung gizi, sangat diperlukan.

·        
Diseases
prevention

            Pada
faktor ini dimaksudkan bahwa dalam kesehatan suatu keluarga atau masyarakat,
lebih ditekankan pada pencegahan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Sehingga diharapkan pada akhirnya
persepsi masyarakat di negara berkembang sedikit banyak telah menyerupai
persepsi masyarakat di negara maju, yaitu lebih baik mencegah daripada
mengobati. Mencegah juga merupakan alternatif yang baik dalam pembangunan
kesehatan. Sehingga rasanya pas dengan ungkapan apabila menekankan pada
pencegahan niscaya akan lebih baik ketimbang segi kuratifnya.            
            Pencegahan
yang dimaksud di sini mengandung pengertian bahwa pencegahan tersebut meliputi
pencegahan dari dalam dan pencegahan dari luar yang dilakukan oleh individu maupun
keluarga.

·        
Mental outlook
on life

            Keadaan
mental pada seseorang atau pada suatu masyarakat sangat menentukan kehidupan
dan kesehatan pada manusia. Tidak hanya
terfokus pada kondisi biologis saja, akan tetapi dalam menciptakan pribadi yang
sehat, masalah psikologis dan sosial seseorang juga memiliki pengaruh. Apabila
kondisi psikologis seseorang mengalami masalah, seseorang tersebut belum dapat
dikatakan sehat.

·        
Choosing
best health insurance

            Bagi
golongan yang kurang mampu, memilih dan memiliki asuransi kesehatan merupakan langkah yang
baik dalam mewujudkan pembangunan kesehatan. Kepemilikan asuransi bagi negara
berkembang seperti Indonesia, masih kurang “merakyat” atau masyarakat belum
melek asuransi. Hal ini antara lain disebabkan oleh kurangnya pengertian dan
arti pentingnya asuransi, serta status sosial ekonomi masyarakat yang relatif
rendah.
            Pada umumnya pelaksanaan
asuransi kesehatan di Indonesia diprioritaskan bagi buruh atau karyawan suatu perusahaan tertentu di Indonesia. Dengan cara
memotong sebagian gaji karyawan tersebut untuk disisihkan sebagai pembayaran
asuransi Namun
demikian, ada juga berkat pionirisasi sebuah sosok kepala daerah yang punya
visi jauh ke depan, mewujudkan sebuah jaminan kesehatan bagi masyarakatnya.  

·        
Mastering the environment

            Faktor
lingkungan fisik, biologis, dan lingkungan sosial dapat
memengaruhi pembangunan kesehatan. Lingkungan fisik dan biologis berhubungan erat dengan masih tingginya angka penderita penyakit menular, diantaranya adanya
iklim tropis yang memungkinkan perkembangan bibit penyakit, dan juga
tempat-tempat pembiakan alamiah; masalah lain adalah air bersih dan pembuangan
kotoran serta sanitasi yang kurang baik.

            2.2
Cara Mengatasi Permasalahan Kesehatan di Indonesia

1.     
Peningkatan
Gizi 

Peningkatan
gizi dapat dilakukan dengan pemberian makanan tambahan yang bergizi, terutama
untuk mengoptimalkan bagi anak-anak dapat dilakukan melalui pemberdayaan
posyandu dan kegiatan PKK. Sosialisasi yang baik pula akan menambah
pengetahuan para orang tua untuk meningkatkan gizi bagi anak-anaknya.

2.     
Pelaksanaan
Imunisasi pada Anak

Didasari
oleh prinsip pencegahan lebih baik dari pengobatan, program imunisasi bertujuan
untuk melindungi tiap anak dari penyakit umum. Hal tersebut dapat dilaksanakan
melalui Pekan Imunisasi Nasional. 

3.     
Penambahan
Fasilitas Kesehatan 

Pemerintah
harus melakukan pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat di seluruh
wilayah di Indonesia, terutama di daerah-daerah terpencil. Fasilitas kesehatan
harus mampu menampung dan menjangkau masyarakat di daerah-daerah terpencil.
Karena sebagian besar masyarakat yang tinggal di daerah terpencil tidak
memperoleh fasilitas kesehatan yang layak. Penambahan fasilitas kesehatan ini dapat
meliputi rumah sakit, puskesmas, polindes (pondok bersalin desa), posyandu.
Penambahan fasilitas ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi
masyarakat, seperti imunisasi, KB, pengobatan, dan sebagainya.

4.     
Penyediaan
Pelayanan Kesehatan Secara Gratis 

Pelayanan
kesehatan gratis sudah sepantasnya disediakan oleh pemerintah bagi penduduk
miskin dalam bentuk Askeskin (Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin) dan Kartu
sehat yang dapat digunakan untuk memperoleh layanan kesehatan secara murah.

5.     
Penambahan
Jumlah Tenaga Medis 

Negara
Indonesia memerlukan banyak tenaga kesehatan. Setiap daerah di Indonesia harus
memiliki tenaga ahli kesehatan masyarakat. Supaya pelayanan kesehatan dapat
mencakup seluruh lapisan masyarakat dan mencakup seluruh wilayah Indonesia,
maka diperlukan penambahan jumlah tenaga ahli masyarakat, seperti dokter,
bidan, dan perawat di setiap tempat pelayanan kesehatan. Selain memberikan
pelayanan kesehatan, para ahli kesehatan masyarakat juga dapat memberikan
informasi-informasi pada penyuluhan di wilayah-wilayah.

6.     
Pengadaan
Obat Generik 

Pengadaan
obat murah yang dapat dijangkau oleh masyarakat bawah harus lebih dikembangkan
lagi oleh pemerintah. Penyediaan obat murah ini dapat berupa obat generik. 

7.     
Melakukan
Sosialisasi serta Penyuluhan tentang Arti Pentingnya Kebersihan dan Pola Hidup
Sehat. 

Sosialisasi
serta penyuluhan tentang pentingnya kebersihan dan pola hidup sehat ini juga
dapat melibatkan lembaga-lembaga lain diluar lembaga kesehatan, seperti
sekolah, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh-tokoh masyarakat.

            2.3 Hubungan Antara Kesehatan dan
Kesejahteraan

        Kesehatan lebih dari sekedar tidak adanya penyakit
di dalam tubuh. Kesehatan adalah sumber yang memungkinkan orang mewujudkan
aspirasi mereka, memuaskan kebutuhan mereka dan untuk mengatasi lingkungan agar
dapat menjalani kehidupan yang panjang, produktif, dan berkarya. Dalam hal ini,
kesehatan memungkinkan pengembangan sosial, ekonomi dan pribadi yang mendasar
bagi kesejahteraan. Promosi kesehatan adalah proses untuk memungkinkan orang
meningkatkan kontrol, dan untuk memperbaiki kesehatan mereka. Sumber daya
lingkungan dan sosial untuk kesehatan dapat mencakup: perdamaian, keamanan
ekonomi, ekosistem yang stabil, dan perumahan yang aman. Sumber daya individu
untuk kesehatan dapat mencakup: aktivitas fisik, diet sehat, ikatan sosial,
ketahanan, emosi positif, dan otonomi. Kegiatan promosi kesehatan yang
bertujuan untuk memperkuat sumber daya individu, lingkungan dan sosial pada
akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan.

            2.4 Pandangan Islam Terhadap Kesehatan dan Kesejahteraan

Kesehatan merupakan salah satu nikmat paling
besar yang Allah swt. berikan kepada umat-Nya. Sebagai manusia, kita sudah
seharusnya mensyukuri apa yang telah Allah swt. berikan kepada kita. Karena
apabila Allah swt. mengganti nikmat sehat menjadi sebuah cobaan penyakit, maka
rasanya akan kurang nyaman dalam menjalani hidup.

Mensyukuri nikmat sehat tidaklah sulit
dilakukan. Salah satunya dengan cara menjaga kesehatan yang kita miliki. Dengan
memakan makanan yang baik dan halal yang telah direzekikan Allah swt. seperti
yang dijelaskan dalam al-qur’an surat Al-Maidah ayat 88, yang berbunyi:

?????????
?????? ?????????? ??????? ???????? ???????? ??????????? ??????? ???????? ??????
????? ???????????                                                  

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah
telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman
kepada-Nya.” (Q.S. Al-Maidah: 88)

Apabila kekuatan dan kesehatan saja merupakan
nikmat Allah yang besar dan anugerah-Nya yang melimpah, maka sangatlah pantas
bagi orang yang diberi rezeki itu untuk menjaganya dan melindunginya dari
hal-hal yang membahayakannya. Dari hadits Abu Darda, ?Pada Ibnu Hibban (2503)
dan dari Ibnu Umar pada Ibnu Abi Dun-ya. Dalam hadits lain Rasulullah saw.
bersabda: Barangsiapa yang di pagi hari tubuhnya sehat, dadanya tenteram dan ia
mempunyai persediaan makan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia ini
diperuntukkan baginya” (HR.Turmudzi).

Namun, Allah swt. tidak akan menyukai jika
rezeki yang diberikan membuat penerimanya menghambur-hamburkan dan serakah
dengan makan dan minum secara berlebih-lebihan. Allah swt. berfirman :

????????? ??????? ??????? ??????????? ?????
????? ???????? ????????? ???????????? ????? ???????????? ???????? ??? ???????
??????????????         

“Hai
anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan
minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Q.S. Al-A’raf: 31)

Maka jagalah kesehatan dengan sebaik-baiknya.
Walaupun Allah swt. menurunkan cobaan penyakit diantara nikmat sehat, namun
sebagai umat manusia haruslah berusaha untuk sembuh dan mendapatkan
kesehatannya kembali. Dari Jabir bin ‘Abdullah radhiallahu ‘anhu, bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap penyakit pasti
memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh
dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)

Ilmu pengetahuan ada untuk dipelajari.
Oleh karena itu, penting bagi umat manusia untuk menuntut ilmu, terlebih lagi
dalam hal kesehatan. Sehingga ketika dihadapkan pada suatu penyakit, kita bisa
menemukan obat serta cara menyembuhkannya. Sabda Allah swt. dalam Al-qur’an :

????????????
???????? ???? ??????????? ??????????? ???? ?????????? ?????????? ?????? ???
?????????? ??????? ?????????? ????????????????                    

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang
kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang
berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
(Q.S Yunus: 57)

BAB
III

PENUTUP

3.1 Simpulan

                  Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari
badan, jiwa, dan sosial yang
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial, dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan
merupakan upaya dalam penanggulangan dan pencegahan pada gangguan kesehatan
yang memerlukan dilakukannya pemeriksaan, pengobatan, serta perawatan medis. Hal ini disebabkan oleh
berbagai masalah yang timbul di Indonesia, diantaranya masalah pendidikan tentang
kesehatan yang kurang baik, kurang ketersediaan sarana dan infrastruktur yang
mendukung kesehatan masyarakat, dan sanitasi yang kurang baik.  
                  Kesehatan lebih dari sekedar tidak
adanya penyakit. Ini adalah sumber yang memungkinkan orang mewujudkan aspirasi
mereka, memuaskan kebutuhan mereka dan untuk mengatasi lingkungan agar dapat
menjalani kehidupan yang panjang, produktif, dan berkarya.       
                  Sejahtera menggambarkan keadaan yang
baik pada kondisi manusia di mana masyarakatnya dalam keadaan yang sehat,
makmur, dan damai. Oleh karena itu, kesejahteraan tidak bisa didapat tanpa
kesehatan yang baik.

3.2 Saran

                  Dalam
meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama di Indonesia, tidak hanya
pemerintah yang harus bergerak, namun diperlukan juga kesadaraan masyarakat
tentang kesehatannya masing-masing. Masyarakat harus mendukung pemerintah dalam
mewujudkan kesehatan di Indonesia yang lebih baik kedepannya.

x

Hi!
I'm Ethel!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out