I. sekolah sudah siap?”. Seperti yang kita

I.           
Latar belakang.

Pendidikan adalah senjata utama bangsa, jika pendidikan
hanhya dipandang sebelah mata, maka kehancuran bangsa dapat terlihat didepan
mata. Permasalahan-permasalahan dalam dunia pendidikan di Indonesia pun tidak
dapat terhitung jumlahnya. Termasuk Penerapan sekolah 8 jam sehari dalam 1
minggu pun menuai banyak pro dan kontra dikalangan masyarakat.  Pada dasarnya kegiatan yang bernama full day school ini bertujuan untuk
mewujudkan generasi muda penerus bangsa yang unggul dalam berbagai bidang.
Khususnya bidang ilmu pengetahuan. Namun dalam penerapan sebuah kebijakan baru
yang bersifat merubah kebijakan lama tentu akan memiliki dampak negatif maupun
positif dan juga faktor-faktor yang dapat menghambat kelancaran dari jalannya
kebijakan full day school ini.

 

II.           
Tujuan

§ 
Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari sistem
belajar 8 jam sehari dalam 1 minggu.

§ 
Mengetahui dampak yang terjadi akibat dari
program full day school.

 

III.           
Pertanyaan

§ 
Apa kelebihan dan kekurangan dari sistem belajar
8 jam sehari?

§ 
Bagaimana dampak yang dirasakan oleh masyarakat
setelah diterapkannya program full day
school?

 

IV.           
Isi

Full Day School adalah
program yang dicanangkan kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud)
melalui permendikbu No. 23 tahun 2017 tetang hari sekolah. Kebijakan tersebut
mengatur hari sekolah dilaksanakan selama 8 jam dalam 1 hari atau 40 jam dalam
5 hari seminggu. Program ini bertujuan untuk mencetak karakter siswa yang
unggul dalam berbagai bidang, khususnya ilmu pengetahuan. Hal ini menimbulkan
suatu pertanyaaan besar yang muncul dari setiap orang, “apakah semua sekolah
sudah siap?”. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa di Indonesia sendiri
masih banyak sekolah sekolah yang masih kekurangan sarana prasarana yang dapat
menghambat berbagai kegiatan di lingkungan sekolah. Jika setiap sekolah wajib
menerapkan program tersebut berarti sekolah harus memiliki sarana dan prasarana
yang mencukupi diberbagai sektor, tidak hanya pada sarana pembelajaran tetapi
juga sarana penunjang kegiatan, Seperti : tempat ibadah, kantin, dan lain-lain.

Menurut para pengamat, full
day school  tidak dapat diterapkan
secara nasional. Program ini dinilai cocok untuk daerah perkotaan besar, dimana
kebanyakan orang tua terlalu sibuk dan cenderung memiliki kepadatan lalu lintas
yang tinggi. Sehingga program ini dinilai sangat cocok untuk daerah perkotaan
besar saja. Berbeda dengan daerah kota kecil atau daerah pelosok negri, program
Full Day School dinilai tidak terlalu
efektif untuk diterapkan. Hal ini dikarenakan jika di daerah kota kecil tingkat
kesibukan orang tua yang lebih redah ditambah kepadatan lalu lintas di daerah
kota kecil yang cenderung lengang sehingga para orang tua setidaknya masih bisa
untuk mengantar maupun menjemput anaknya tanpa harus kehilangan waktu kerja
yang banyak. Full day school juga
mempengaruhi psikologis siswa, karena siswa akan merasa terbebani oleh banyak
materi dalam waktu yang singkat yang dapat menyebabkan siswa mengalami stress
yang berlebihan. Dilain sisi, full day
school juga dapat menyebabkan para siswa lebih sering mengalami gangguan
kesehatan. Karena setiap hari para siswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan
sekolah hingga sore hari. Belum lagi tugas-tugas yang harus diselesaikan
dirumah dan kegiatan tambahan diluar sekolah yang otomatis memangkas waktu
istirahat siswa.

 

V.           
Kesimpulan

Program yang dicanangkan pemerintah tentang full day school bertujuan baik. Dengan
diselenggarakannya program tersebut diharapkan para siswa menjadi pemuda
penerus bangsa yang unggul dalam berbagai bidang. Meskipun begitu program
tersebut tidak lantas baik sepenuhnya. Masih banyak kekurangan-kekurangan yang
menjadi hambatan besar pemerintah untuk menjalankan program full say school. Selain itu program ini
dinilai tidak cocok dengan berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut
dinilai hanya cocok untuk daerah perkotaan besar. Ditambah lagi belum meratanya
pembangunan infrastruktur penunjang pendidikan di Indonesia. Hal tersebut tentu
menjadi hambatan besar dalam menjalankan program full day school. Selain aspek isnfrastruktur yang kurang memadai,
program tersebut juga dapat memberatkan siswa, karena siswa dituntut untuk
mengikuti kegiatan yang tentunya menguras banyak tenaga dan pikiran tanpa
diimbangi dengan jam istirahat yang cukup.   

 

VI.           
Saran dan Solusi

Sebaiknya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur
penunjang pendidikan diseluruh Indonesia agar meratanya pendidikann bagi
seluruh warga negara Indonesia. Dan sebaiknya tetap menjalankan program
tersebut di kota-kota terntentu saja, seperti kota besar atau metropolitan.